Jatuh cinta adalah perasaan yang paling menakjubkan di dunia. Perasaan
ini menghangatkan dan membuat kita tersenyum tanpa alasan sepanjang
hari. Selain itu, perasaan ini juga yang membuat kita bisa menaklukkan
dunia, melupakan masa lalu, dan bahkan bermimpi lebih besar daripada
yang selama ini kita pikirkan.
Lalu bagaimana kisah dua orang manusia yang akhirnya bisa saling
mencinta, padahal mereka berasal dari bagian yang berbeda, mereka
bekerja pada bidang yang berbeda, dan rasanya tak masuk akal bahwa
mereka akhirnya bertemu dan membiarkan hati mereka saling bertaut.
So, does love conquer all?
Kenyataan menyedihkan tentang cinta adalah cinta tak selamanya bisa
mengalahkan segalanya. Mungkin di beberapa bagian dari kehidupan manusia
lainnya, jika kita berdua bertemu di waktu yang berbeda, maka semua
juga akan berbeda. Segalanya akan lebih mudah dan jalan keluar dari
setiap permasalahan akan lebih mudah untuk dipikirkan.
Dan ketika kita bertemu dengan seseorang pada waktu yang tak tepat,
semua hal tak akan dengan ajaibnya menjadi masuk akal hanya karena kita
berharap seperti itu. Kita berdua sering membayangkan tentang hidup
bersama dan merajut asa berdua selamanya, tapi apakah mimpi itu akan
benar menjadi nyata?
Kadang aku berpikir, apakah kamu akan menyeberangi laut dan melewati
gunung untuk bersamaku selamanya? Apakah segalanya akan berbeda ketika
aku memintamu untuk berubah demi masa depan kita? Apakah pandangan kita
soal menikah dan memiliki anak akan sama?
Itulah hal menyedihkan tentang cinta: kita bisa saja bertemu jodoh
pada saat yang tak tepat, dan entah kenapa tak berakhir dengan
kebersamaan. Meskipun aku sering berpikir bahwa setiap bentuk cinta itu
indah, mudah dan bahagia, akan selalu ada sisi suram juga. Sisi yang
membuat segalanya jadi tak mudah dan menyedihkan. Sisi di mana sepasang
kekasih bisa saling mencintai selamanya, tapi tak akan benar-benar bisa
bersama selamanya.
Mungkin suatu hari nanti akan ada sebuah patah hati, sebuah realita
di mana mimpi untuk bersama selamanya akhirnya akan hilang dan
terlupakan.
Namun hingga saat itu tiba, aku tak akan pernah berhenti mencinta.
Aku tak bisa berhenti mencintai dengan mudah meski banyak alasan dan
keraguan.
Karena kadang cinta memang tak masuk akal, namun kita tetap saja nekat untuk mencintai.
Jadi, menurutmu kita harus bagaimana sayang?
Siantita Novaya